Wednesday, March 15, 2006

Bali_5 Maret 2006_hari ke-4

Hari ini bangun pagi dengan setengah hati...pasalnya jam 2 siang ini kita harus pulang ke Jakarta dengan maskapai yang sama saat kami ke Bali, sedangkan mas kembali ke Manado dengan Lion Air penerbangan jam 8 malam. Karena sudah cukup lelah keliling 2 harian kemarin, jadi pagi ini kita putuskan mutar2 sekitar hotel, dan cari kaset Rindik. Gak taunya begitu tiba di perempatan Seminyak hujan rintik2 turun dan memaksa kami kembali ke hotel. Eh tepat di pertigaan Melasti dan Jl. Pantai kami mampir ke kios2 yang menjual kaos,kain dan pernik2. Mas membeli oleh2 untuk teman2 gang Trio Kwek2nya. Aku sebenarnya naksir patung Bali berbentuk sepasang cowo-cewe, tapi karena mikir bagasiku sudah cukup penuh, akhirnya aku simpan untuk kedatanganku berikutnya hehehhee....ngayal dateng lagi boleh donk!
Aku, mas dan ade meneruskan jalan kaki ke Legian, mencoba menemukan toko kaset, tapi gak ada dan kaki sudah semakin lelah. Berjalan sampai ke jalan tikus yang menghubungkan Legian dan hotel akhirnya kami kembali pulang. Oya sempat beli 2 pasang anting...harganya 2500/pasang. Aku beli warna hijau dan biru....anting kulit kerang, saat diterpa angin bunyinya sungguh enak didengar :))
Jam 11 kami kembali di hotel, dan langsung ke restaurant memesan makan siang. Tiba2 hujan turun sangat deras dan mengurungkan niat kami untuk kembali jalan2. Jam 12an seorang bapak menjemput kami, yang ternyata dipesan Papi untuk mengantar ke Airport Ngurah Rai. Disepanjang jalan kami membahas masalah RUU APP yang ditolak oleh Bali. Tepat ketika kami melewati sebuah pertokoan besar, mas kembali mengingatkan kaset Rindik. Si bapak mengantar kami ke sebuah pertokoan yang lebih kecil dan kami beli 2 kaset Rindik....aku senaaaaang banget. It would be complete my memmory of Bali.
Jam 1 siang kami semua sudah di Airport Ngurah Rai....sedih rasanya harus berpisah lagi dengan mas. Tapi apa boleh buat, penugasaannya di Manado belum selesai. Holiday ini jadi hadiah ulang tahunku yang termanis...walau dirayakan 2 hari sebelum waktunya.
Terima kasih cintaku untuk kasihmu. Shall we meet again at Kuta??? I love you!
Sampai di rumah gak puas2nya melihat foto2 di Bali....menyenangkan! Kita ke sana lagi someday!

Tuesday, March 14, 2006

Bali_4 Maret 2006_hari ke-3

Bangun pagi ini cuaca jauuuh lebih cerah dari kemarin. Sesuai rencana selesai makan pagi kami mengambil cucian dan ngedrop pakaian kotor lagi ke loundry. Harganya resonable banget jadi aku berfikir lebih baik bawa pulang pakaian bersih drpd di rumah nanti nyuci banyak2 hehehhe…

Selesai urusan loundry, kami ber-5 jalan kaki ke pantai Kuta yang lumayan sekitar 100m jauhnya dari hotel. Di pantai sudah ramai oleh penyewa papan seluncur dan ibu2 yang menawarkan kepang rambut, cat kuku cantik atau pijat. Mmmm..sempet tergiur juga ketika ditawari pijat 10ribu saja, tapi karena aku belum merasa pegal2 jadi ku urungkan saja niat itu. Rata2 harga kepang rambut atau cat kuku 20ribuan, tapi sayang banget kalau selesai dikepang kan rambut bisa jadi keriting, jadi aku tolak halus si ibu. Tak terasa kami sudah jauh berjalan menyusuri pantai Kuta. Papi dan mas sempet melirik gerobak nasi pecel, dan kepingin ngupi, tapi karena baru sarapan jadi kami lanjut menyebrang jalan keluar dari areal pantai.

Sempat bernostalgia foto2 ria di depan Istana Rama (hotel t4 dulu aku dan mas honeymoon. Sudah jauh lebih ketat penjagaannya..maklum hotel **** sekarang). Bergerak ke arah Hard Rock kami tertahan oleh seorang bapak yang menawarkan undian berhadiah menginap di hotel2 berbintang di Bali. Ini banyaaak sekali di Bali…walau sudah tak sesering tahun2 lalu, mungkin karena pengaruh peristiwa pemboman jadi undian2 ini pun menghilang. Walau tidak berkesan memaksa, tapi si bapak cukup menarik perhatian mami dan papi, mereka cepat sekali iba pada wajah memelas si bapak.

Selesai undian berhadiah, kami kembali ke tujuan semula, Hard Rock…tapi teryata beberapa meter ke depan hujan turun tiba2. Kami mengungsi di sebuah coffe shop yang menyatu dengan Circle K, membeli cemilan dan ngupi2 sebentar sambil berteduh di bawah payung2 di berandanya. Terdengar suara2 yang menyerukan demo anti RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi dari pantai, membuat kami kembali ke pantai setelah berfoto2 di depan Hard Rock. Ternyata kain putih yang dibentangkan sepanjang pantai itu tempat para pendukung anti RUU APP dapat membubuhkan tandatangan dan aspirasinya. Ingin sekali kami ikut berpartisipasi, tapi karena tidak membawa alat rulis jadi kami langsung berjalan sampai ke ujung pantai berbelok di jalan pantai Kuta menuju Kuta Square. Kami sengaja ingin melihat lokasi pemboman Bali 2, Restorant itu sudah ditutup. Di Matahari Kuta Square, kami sempet ngadem sebentar sambil melihat2 pernik2 dan membandingkan harga hehehe… Jam menunjukkan pukul 10 dan setelah membeli beberapa botol air mineral, buah dan vitamin, kami menyetop taxi dan kembali ke hotel yang ternyata jauuuuh juga loh. Jam menunjukkan sekitar pukul 12an ketika kami selesai makan siang di sebuah warung makan Bu Le di tengah jalan yang menghubungkan Melasti dan Legian, tak sengaja Pa Putu lewat depan warung dan kami pun ikut sampai hotel, mengambil beberapa keperluan dan bergerak menuju Uluwatu.

Yup, siang ini kami minta Pak Putu mengantar kami ke Uluwatu, Garuda Wisnu Kencana (GWK), berbelanja di Kumbasari dan melihat sunset di Tanah Lot. Rencananya semua tempat itu akan makan waktu sekitar 8 jam, dengan harga sewa kendaraan 220ribu rupiah. Sebelumnya aku mengambil hasil cetak foto ku dan mas yang terbaik (12R) yang tadi pagi aku pesan di studio foto pinggir jalan masuk hotel.

Uluwatu letaknya jauh di Selatan, jadi itu tujuan pertama kita. Melewati Udayana yang ternyata areanya luaaaaas banget (jarak satu fakultas ke fakultas lain terpisah berjauhan), melewati pantai Dream Land, dan GWK. Mendekati Uluwatu, pak Putu mengingatkan kami untuk meninggalkan dan atau menjaga barang2 yang sekiranya mudah direbut monyet2 nakal. Di sini terkenal dengan monyet2 yang mengganggu. Setelah membayar karcis masuk dan mengenakan sarung kami berjalan agak menurun ke lokasi Pura dan tebing di pinggir lautan yang mengagumkan. Maha Besar karya Tuhan membuat kami tak hentinya berdecak kagum. Deburan ombak yang menabrak tebing membuat kekaguman semakin menjadi. Kami agak hati2 saat foto2 karena beberapa monyet yang mendekat. Malah ketika kami berfoto di ujung Pura, 2 ekor monyet menguntit dan sepertinya tertarik pada handuk biru kecil yang sedari tadi di pegang2 mami. Udara terik sekali membuat kami tak bertahan terlalulama di sini, apalagi tidak membawa botol minum karena takut dirampas monyet2 nakal.

Perjalanan kembali ke jalur kita datang tadi, kali ini ke GWK. Wow, disini juga kami terkagum2 pada Karya Sang Pencipta. Gimana tidak, melihat tebing2 kapur yang tinggi menjulang dan dipotong oleh sentuhan teknologi membuat kami berfikir bahwa someday it could be one of the greatest place must visit loh. Apalagi dengan rencana penyelesaian patung Garuda Wisnu Kencana yang katanya seh akan jadi nomor 2 tertinggi setelah patung Yesus di Rio Djenero.
Garuda Wisnu Kencana adalah Dewa Wisnu yang sedang mengendarai burung Garuda. Saat ini baru kepala Garuda dan sebagian badannya yang sudah jadi sangat tinggi. Bisa lihat kan perbandingannya saat kami berfoto di bawah kepala Garuda. Menakjubkan! Patung yang terbuat dari tembaga itu dibuat di Bandung loh ternyata.
Sebelum keluar areal GWK yang modern, aku dan Sylva sempat memainkan Rindik, alat musik tradisional Bali yang mirip Kulintang (suaranya sangat menenangkan) dan mas sempat berfoto dengan ular Piton besar, panjang lebih dari semeter…hiiiiii! Menjijikan! Bayar 20ribu untuk menyewa ular itu….hiiiiiiii..jijik!

Kami sampai di Pasar Kumbasari (mangga-2nya Bali) tepat pukul 3 sore. Langsung bergegas ke lantai 2 dan 3 tempat pernak/nik..berpencar masing2 memburu oleh2nya sendiri2 hehehe… Dari pakaian, kain, souvenir kecil , perlengkapan makan, tas2 anyaman, hiasan interior, lampu sampai lukisan tersebar sampai 3 lantai. Bener2 surga belanja deh..dan masih bisa di tawar pula. Tapi disini aku gak terlalu banyak borong karena dari kemarin sudah membeli banyak oleh2 di tempat2 wisata. Niat untuk beli lukisan aku urungakan karena 2 set patung yang kemarin kubeli saja sudah makan banyak tempat di bagasi hehehe… lagipula mas kan gak pulang ke Jakarta, jadi aku takut nanti kerepotan sampai di Jakarta.

Tepat pukul 4 sore dengan membawa beberapa kantung belanjaan kami kembali ke mobil. Tujuan akhir kami ke Tanah Lot, katanya sunset jam 5.30. Dibutuhkan waktu 1 jam untuk sampai ke sana, yang ternyata memakan waktu lebih karena jalanan agak jelek dan Pak Putu yang takut ngebut kayaknya hehehe…atau mungkin juga mobil yang kami tumpangi tidak bisa melaju kencang hehehe. Tapi pemandangan sawah dipinggir2 jalan membuat kami tak merasakan lamanya perjalanan.
Memasuki Tanah Lot kami lewat gate domestik, supaya bayarnya harga murah hehehe… gak terlalu mahal kok. Wah di sini juga banyak sekali yang menawarkan souvenir, tapi karena bagasi mobil sudah penuh kami tidak belanja lagi di sini. Oh mas membeli topi khas Bali… gaya banget!

Tanah Lot itu ajaib… karang dipinggir pantai yang indah. Di atasnya dibangun Pura yang sudah tida dibuka lagi untuk umum. Hanya orang2 yang mau berdoa saja yang diizinkan masuk. Mami semat semangat sekali menyuruh kita mengantri dibawah Tanah Lot, katanya antri dikasih beras di jidat dan bunga di kuping.….oooo ternyata di bawah Pura ada cekungan seperti gua yang didalamnya mengalir mata air tawar. Iyaaa…bayangkan betapa besarnya Karya Tuhan sehingga ditengah asinnya air laut ada 1 mata air tawar yang dianggap suci bagi umat Bali. Aku ikut mengantri dibelakang turis2 Jepang, melihat apa yang harus dilakukan nanti di depan para tetua. Mencuci tangan dan mencicipi sejuknya air tawar dari mata air membuat rasa penasaranku terbayar, lalu tetua pertama meminta aku membuka tangan dan menerima percikan air dari mangkuk dan daun pandan….airnya wangi pandan, dan harus diminum 2x lalu dibasuh ke wajah ke-3 kalinya. Tetua ke-2 menaruh beras di jidat dan menyisipkan sekuntum kemboja kuning di telinga…wah aku berasa seperti putri Bali :) … oya, tidak lupa memberi "ucapan terima kasih" di keranjang yang disediakan…. Sempat2nya aku mengintip si tetua melirik selembar uang yang kutaruh hehehe….
Setelah mas dan ade melaksanakan ritual yang sama kami berfoto ria lagi hihihihi….sudah kayak foto model aja deh. Oya bersebrangan dengan gua air suci tadi, ada gua ular suci. Di sini ada 2 pawang yang berjaga di depannya. Karena penasaran, mas masuk, melihat dan menyentuh si ular suci (yang katanya gak pernah keluar dari gua itu) dalam gundukan pasir. Saat menyentuh ular belang2 (hitam abu2) itu si pawang mendoakan kita b-2 loh…hiiiii…aku gak mau pegang ular itu. Lagian, aku lebih percaya Yesus yang memberkati aku.
Lewat dari pukul 5.30 seperti yang dijanjikan, tapi matahari belum juga turun… kami bergerak ke atas tebing (tepatnya diata gua ular suci itu), terdapat meja kursi tempat menikmati hidangan. Es kelapa muda dan pisang goreng menemani kami menunggu sunset. Tapi rasanya tidak ada sunset yang indah karena langit di ufuk timur terhalang oleh awan tebal, karena sudah jam 6 sore. Kami pun bergerak pulang. Sebelum sampai di parkiran, mas sempat membeli souvenir untuk anak buahnya dan hampir membelikanku Rindik kecil yang dihargai 20ribu…tapi lagi2 karena pertimbangan bagasi pesawat jadi aku hanya bisa berjanji kelak jika kembali lagi ke Bali aku akan beli alat musik khas itu, papan congklak dan papan catur berukir untuk menghiasi rumah baru kami nanti.

Malam ini sampai di hotel kami benar2 kelelahan, mungkin karena cuaca Sabtu ini sangat terik dan lokasi wisata yang sangat luas dan jalannya cenderung menanjak. Niat mau berenang dan window shopping di jalan Seminyak (ternyata dekaaaaat sekali dari hotel. Baru tau karena Pak Putu ambil jalur pulang lewat sini) ditunda hingga besok pagi. Niat untuk makan malam di Legian pun jadi malas karena kaki rasanya sudah tidak kuat lagi berjalan, akhirnya kami makan di restorant hotel. Sebelum tidur aku menyempatkan diri merapihkan belanjaan dan mengepaknya agar mudah saat dibawa masuk ke kabin pesawat.

Bali_3 Maret 2006_hari ke-2

Pagi ini terbangun di kamar 214… Rosani Hotel, Jl. Melasti - Legian. Hotel bintang 2 yang sama sekali mirip kost2an hehehe...sederhana kata suamiku. Suasana di luar agak mendung seperti habis hujan semalam, namun tidak mengurungkan semangat untuk mulai traveling keliling Pulau Dewata. Jadwal hari ini kita ke Kintamani. Selesai breakfast (yang ternyata hanya tersedia pilihan roti bakar, telur dadar/ceplok + margarin dan selai strawberry serta minum the/susu/kopi) aku dan mas sempet ng-drop beberapa pakaian untuk di loundry. Oya, ngomong2 soal sarapan tadi, mmm lucu juga dengan menu sarapan yang terbatas itu tidak hanya kita aja yang terheran2 tapi juga tamu2 Jepang yang datang ke restauran, maklum lah kami kan taunya hotel ini bintang 2 harusnya bisa menyajikan lebih dari yang ada… hehehe.. (ngarep kayak waktu nginep di Istana rama waktu honeymoon dulu ya? :) ) tapi ternyata cukup kenyang kok terutama setelah perut terisi segelas jus jeruk.

Tepat pukul 9 pagi, kami dijemput oleh seorang bapak berkumis cukup tebal travel dari harian yang telah kami telpon semalam, cukup murah juga untuk 12 jam tarifnya hanya Rp 275,000,-. Pa Putu, begitu ia memperkenalkan dirinya, merangkap guide sekaligus supir membawa kita b-5 nonton Barong di Batubulan. Giliran aku yang bayar karcis masuk untuk ber-5 harganya 250ribu…. Wah lumayan mahal bow! Tapi karena banyak sekali wisatawan asing yang selalu datang, sudah pasti harganya pasti bertahan. Seandainya harga untuk turis mancanegara dan domestik berbeda, pasti aku gak sekaget ini saat merogoh kantong … hehehe… Pertunjukan selama + 1 jam itu cukup menyita perhatian (pdahal ini kali ke-2 loh aku nonton tarian yang sama)… mungkin karena sibuk foto2 jadi tak terasa waktu cepat berlalu. Selesai pertunjukkan kami di beri kesempatan untuk erfoto berdampingan dengan Barong (simbol kebaikan).


Perjalanan berlanjut ke Celuk, daerah yang terkenal dengan kerajinan peraknya. Mami-Papi dan Sylva kayaknya semangat sekali hunting perhiasan perak. Aku dan mas tidak terlalu tertarik karena suda cukup dengan sepasang cincin kembar yang dulu pernah kami beli saat honeymoon. Lagipula banyak perhiasan perak yang kupunya (pemberian mas) yang masih bisa dipakai dan tak perlu yang baru.
Perjalanan selanjutanya melewati daerah Batuan. Seperti namanya disepanjang jalan raya yang kami susuri banyak sekali di jual patung2 batu berbagai bentuk dan gaya. Menurut Pak Putu, sang guide of the day, beberapa patung dengan material batu kehitaman itu buatan Jogja tapi dijual di Bali.

Aku jadi tertarik untuk membeli patung kayu,akhirnya sebelum tiba di daerah MAs yang terkenal dengan pengrajin kayu, Pak Putu membelokan mobil keluar jalur utama dan kami menyusuri jalan kecil lalu memasuki sebuah galeri yang asri. Werochana. Dari luar seperti sepi eh ternyata didalam ramai oleh para pekerja di workshopnya yang kecil. Beberapa pekerja sedang sibuk memahat, mengukir, mengamplas dan melapisi kayu dengan plitur. Kami disambut seorang penjaga galeri yang ramah. Setelah cukup puas melihat, bertanya dan menawar (tentunya hehehe…turis domestic dapat harga 30% dari harga dolar yang tertera di balik masing2 patung loh) akhirnya aku membayar sepasang patung pria-wanita (sejenis loro blonyo-nya Jogja) dengan harga 80ribu saja. Patungnya unik dengan gaya contemporer modern tapi dengan sentuhan etnik dilapisi batik sebagai gambar pakaian, benar2 membuat aku gak bisa gak membawanya pulang. Sembari menunggu mami yang masih menawar patung lainnya, aku menyempatkan diri juga untuk ngobrol sebentar dengan pengrajin2 di workshop sambil foto2 tentunya :). Seorang ibu yang mengklaim dirinya tante, bilang bahwa saat memulai mengukir/memahat kayu2 itu mereka tidak pernah menggambar polanya di atas kayu, tapi gambarnya diingat saja di kepala dan tangan merekalah pensil ajaib itu…hebat ya! Yang bikin kami tercengang, si tante butuh waktu 3-4 minggu untuk menyelesaikan detail patung itu. Ck ck ck…sekarang aku jadi paham deh kenapa harganya selangit…tapi memang pantas lah karya mereka dihargai semahal itu.

Perjalanan berlajut… kali ini melewati jalan raya beraspal yang masih kecil. Aku dan mas sepertinya tidak pernah melewati jalan2 ini sebelumnya. Di sepanjang jalan sering sekali kami jumpai galeri2 atau kios kecil yang banyak memajang patung2 kayu berbentuk berbagai jenis hewan. Aku sebenarnya sudah naksir patung jerap kontemporer yang pernah aku lihat semalam di Legian, akhirnya aku minta Pak Putu menepikan kendaraan dan aku pun langsung menyerbu masuk galeri kecil. Ooo ternyata itu bukan galeri, tapi semacam distributor yang menjualkan kerajinan patung dari pengrajin kepada toko2 di kota. Harganya benar2 jauuuuh dari harga di toko di Legian semalam. Untuk 1 set Jerapah yang terdiri dari 4 patung aku bisa beli dengan harga 90ribu saja. Padahal semalam aku tanya di Legian harga 1 Jerapah setinggi 120 cm itu harganya 200ribu. Dalam hati aku meloncat kegirangan! Mami dan Ade membeli 2 set patung bebek seharga 25ribu/set. Oya aku sempet beli patung kucing setinggi 30cm-an untuk Tari, anak buahku yang hobby piara kucing di rumahnya.

OK..sekarang perjalanan agak panjang menuju Kintamani, melewati Tampak Siring. Kami memutuskan langsung ke Kintamani karena jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, waktunya makan. Sampai di atas, gerimis turun membasahi. Wah acara makan sambil lihat2 pemandangan Gunung dan Danau Batur dari balkon restaurant jadi terhalang karena kabut turun dan hujan semakin deras. Walau udara semakin dingin dan kami saltum (pakai yukensi dan celana pendek) kami tetap saja mengambil posisi meja makan paling pinggir di atas mulut lembah. Mmmm acara makan jadi semangat karena terus2an nambah hehehe… mumpung a'all u can eat' jadi kami cuek aja bolak/lik nambah lagi dan lagi. Aku paling demen makan sate ikan dan sate "haram" itu hehehe…. Si koki yang membakar sate tersebut dengan sopan dan hati2 menanyakan kalau2 pengunjung ada yang tidak tau kalau ada salah satu jenis sate yang tidak bisa di makan oleh umat beragama muslim. Setelah cukup puas dan kenyang kami melanjutkan perjalanan kembali. Tapi diparkiran kami terhalang oleh para penjual pakaian dan kain yang gigih menawarkan dagangannya itu. Gak tega juga aku, mami dan Ade akhirnya beli beberapa kain dan kaos murah meriah (buat oleh2 hehehe). Oya, di tengah jalan kami sempat mampir di warung yang menjual buah2an, makan duren. Pokoknya Papi tuh jagonya deh kalo soal buah yang satu itu.

Sampai kembali di Tampak Siring. Semangat mendengarkan penjelasan dari Pak Putu kami gak habis2nya berfoto hehehee.. gak bisa liat pintu (ukiran Bali) nganggur dikit deh :). Memasuki pintu pertama kami bisa melihat beberapa orang yang sedang mandi di kolam. Ada beberapa mata air berbeda disepanjang pinggir kolam dengan makna/khasiat yang berbeda2 pula. Dulu aku dan mas sempet minum dari 2 mata air itu loh, yang katanya untuk awet muda dan kesehatan…hehehhe…. Tapi kali ini karena banyak yang mandi, jadi kami mengurungkan niat itu. Oya, memasuki setiap pura, kami diwajibkan mengikat pinggang dengan selendang yang disediakan. Tapi untuk yang bercelana/rok pendek diwajibkan mengenakan kain untuk menutupi kaki yang terliat berlebihan. Satu lagi, bagi wanita yang sedang datang bulan dilarang masuk areal Pura karena akan mengotori kesucian. Untung aku sudah minum Primolute (obat penunda Mens) sebelum liburan, jadi gak khawatir akan mengganggu.

Tidak terasa hari semakin sore, kami sampai pada tempat wisata terakhir, Mongkey Forest di Ubud. Di sini terdapat hutan kecil yang sejuk dengan banyak sekali monyet yang berkeliaran. Mereka cukup tenang dan tak mengganggu, tidak seperti monyet2 di Uluwatu dan Sangeh yang katanya tak bersahabat dan suka membuat ulah. Puas berfoto disamping monyet2 kami sempat meliahat taman kecil berisi rusa2, menengok sebuah pura kecil (dari luar) dan berfoto depan sebuah cafĂ© kecil dipinggiran forest yang berbatasan dengan areal pemukiman penduduk. Dari sini Pak Putu mengajak kami menyusuri kota Ubud yang kecil tapi asri ini…udara yang sejuk, galeri2 kecil yang menjual lukisan dan kerajinan disepanjang jalan membuat aku berjanji akan kembali ke Bali lagi suatu saat nanti dan menetap di Ubud beberapa hari (pasti menyenangkan jika penginapannya terletak di pinggir/tengah sawah!). Sebelum kami keluar daerah Ubud, mas sempat mampir ke ATM untuk urusan pipis…hehehe….beneran loh, pipis di ATM! Hehehehe..maksudnya ambil uang di ATM. Dalam bahasa Bali, uang di sebut pipis. …hehehhe…. Kirain :)

Oya, Pak Putu menawarkan kami untuk berfoto dengan pakaian adat Bali. Harganya 75ribu per orang. Kontan saja aku dan adikku berseru kegirangan. Pak Putu membelokkan mobil ke gang sempit yang hanya memuat satu kendaraan dan berhenti di sebuah rumah berhalaman sempit yang pas2an 1 mobil. Di depan rumah tertulis menerima rias pengantin Bali. Suasana rumah atau studio foto itu dari ruang depan mirip dengan salon rumahan biasa tapi dengan beberapa pajangan barang kuno di sana sini. Setelah nego harga sewa costum dan cetak foto yang perlembarnya 10ribu rupiah, kami ber-3 (aku mas dan sylva) akhirnya didandani. Pakaian Bali sangat simple ternyata. Terdiri dari 4 belitan kain. 1 kain pengikat perut (untuk merampingkan perut kita :) sangat membantu sekali). 1 kain sarung yang diikat belitan semacam selendang panjang dari dada hingga pinggang, dan terakhir semacam selendang yang juga dibelitkan di dada. Butuh sekitar 3-5 menit saja memasangkan kain. Aku cantiiik loh pakai kain :) heheh GR..padahal setelah di make up dan dipakaikan mahkota kepala aku makin cantik lagi hihihihihih….. makin GR!
Lokasi foto di belakang salon ternyata cukup luaaas dan niat. Ada 2 panggung dengan setting rumah Bali lengkap dengan ukiran di pintunya dan beberapa setting pemandangan lainnya. Ternyata di sini tidak hanya terima rias pengantin saja, tapi ada ruang untuk latihan menari Bali. Mmmm…kapan ya aku bisa ikut latihan? Hehehehe… Si Fotografer berjanji akan mengantar hasil foto malam ini langsung ke hotel.

Waktu sudah menunjukkan lewat dari jam 7 WITA ketika kami meninggalkan studio foto dan perut sudah mulai tidak bisa diajak kompromi. Pa Putu membawa kami menuju sebuah restorant Chinese food di daerah Denpasar, tapi saat parkir kami malah tergoda dengan bau ayam goreng dari warung nasi uduk di sebrang jalan. Akhirnya kami pun menyebrang dan mengambil posisi ber-6 makan malam nasi uduk lengkap dengan lauk pauknya ala jakarta…hehehe…. Kalau sudah lapar, perut tak mau kompromi.

Setelah kenyang makan malam, kami bergerak kembali ke hotel. Perjalanan hari ini sangat menyenangkan karena kami bisa santai dengan waktu 12 jam keliling Bali. Tanpa schedule ketat membuat kami pun puas mampir2 kemanaaaa saja kami ingin melihat2 dan berfoto ria hahahhaa…

Sampai di hotel, suasana sangat tenang. Turis2 Jepang yang lain mungkin masih melancong keliling Bali di malam hari. Kami menyempatkan berenang sebentar…uuu…asiiik! Tau gak aku baru belajar gaya punggung (tanpa menggerakan tangan) di kolam itu hehehe… Sebelum tidur, berendam air hangat di bathab …. Mmm hari ini penuh semangat dan happy jadi belum merasa lelah :)
Sempat nyari roti dulu di Circle K buat ngemil hehehe...dasar. Pas kembali, kami dapat kiriman foto dari reception. Wah ternyata hasilnya memuaskan...bagus banget! Kita b-2 bener2 cocok jadi pengantin Bali loh :))

Monday, March 13, 2006

Bali_2 Maret 2006_hari pertama

Kamis pagi2 sekali aku dah bangun...cepat2 mandi dan makan pagi.. beres2 tas ransel dan bebenah rumah sedikit. Dah lama banget neh gak ngepel hehehee...sibuk euy, kalo sudah pulang kantor tuh maleeesss banget. Jadwal pesawat jam 16.10 jadi perkiraan pagi ini masih bisa ke BCA dulu untuk print sekaligus ganti buku tabungan dan berangkat ke airport jam 12, selesai makan siang. Aku rasa cukup lah estimate 3 jam untuk cek in di bandara jam 3 sore nanti. Jalan2 Jakarta gak terduga, takut macet coy!

Aku sampai di bank tepat pukul 8 pagi, ternyata tidak ada antrian. Hanya seorang tukang parkir yang sibuk mprat/mprit mengarahkan parkir pegawai bank dan satpam yg berjaga dekat ATM. Tidak seperti BCA cabang Bekasi yang jam segini sudah berebut antri seperti mau masuk bioskop hehehe. Tepat jam 8.20 taller baru buka dan aku jadi nasabah pertama yang duduk di bangku CS...menyenangkan sekali bisa jadi orang pertama yang dilayani di bank. Mbaknya ramah pula jadi makin senang karena proses ganti buku juga cepat selesai. Pulang dari bank sempet mampir di warung sebelah untuk beli sebungkus nasi uduk untuk lunch nanti sebelum ke airport hehhee.. males mikir makanan.

Tepat jam 11 siang saat aku lagi makan nasduk sambil nonton berita di TV tiba2 hujan turun GEDE BANGET. Aku sampe panik sebentar karena takut repot kehujanan saat menuju bandara. Buru2 siapkan payung yang tadinya gak mau di bawa dan bergegas menyiapkan diri lalu berangkat tepat jam 11.30 ke Blok M. Dari rumah naik metro mini dan jalan sedikit kepangkalan Damri di depan SMA 6. Wah masih bisa santai karena hari kerja begini kayaknya gak terlalu macet. Sampai di terminal 1A tepat jam 1 siang. Nyokap-Bokap n My lil Sista lagi makan nasi kotak AW di kursi tunggu hehehehe... Mereka niaaat banget deh, secara jarang banget gitu deh jalan2 jauh...apalagi ini penerbangan pertama untuk adikku, Sylva. Jadi dia sudah ecited banget dan sudah gaya abeesh :)
Sementara si mas sudah sampai dan lagi muter2 di pantai Kuta...makan pecel...ya amploooop kasian banget seh suamiku. karena jarang nyayur di Manado sampe tergila2 pada pecel.

Jam sudah menunjukkan waktunya take off, tapi belum ada tanda2 petugas mempersilahkan kami masuk pesawat, delay 10-15 menitan membuat aku makin boring. Oya, kami naik Air Asia, harga tiket PP Jakarta- Denpasar-Jakarta total 640 ribu per orang, sudah include tax. Lumayan murah seh, walau gak dapat makan dan minum serta duduknya rebutan hehehhe... Aku kaget juga begitu pintu masuk dibuka semua penumpang berebut antri. Ini jadi bahan lelucon berhubung baru kali ini aku naik pesawat yang seperti naik bis kota, rebutan. Di dalam pesawatpun pramugari menjual makanan dan minuman hehehe...lucu ya!

Penerbangan memakan waktu 1 stengah jam rasanya lamaaaa sekali …mungkin karena sudah tak sabar mendaratkan kaki di Pulau Dewata dan gak sabar ktemu mas yang katanya sudah cek in Hotel Rosani.

Perbedaan waktu 1 jam lebih cepat di Bali, jadi sekitar pukul 19 WITA kami tiba juga di Ngurah Rai. Suasana lebih tenang, karena bukan musim liburan membuat kami sedikit lebih santai, apalagi ini bukan kali pertama aku ada di Bali. Beberapa pria menawarkan taxi hingga hotel tujuan. Setelah sedikit tawar menawar ongkos taxi 35ribu sampai Jl. Melasti, kami akhirnya ikut Pak Eka ke sebuah kijang di parkiran. Orangnya sangat ramah dan ringan tangan membantu membawakan tas beratku sampai ke mobil hehehe…mayaaan. Menurutnya sejak peristiwa bom Bali 2, pariwisata agak sepi apalagi dengan diberlakukannya travel worning dari pemerintah Australia untuk warganya yang akan berlibur ke sini. Memasuki daerah Kuta Square hatiku berseri-seri….here I am at the island of the God. Tak sabar untuk kembali menyusuri jalan2 kenanganku dan mas saat2 honeymoon.

Seluruh tas dan ransel kami tinggalkan di kamar dan segera mencari makan malam di luar. Restaurant yang pertama kali kami jumpai jam stengah 8 begini hanya warung Padang di ujung perempatan Jl.Melasti. Sempat terjadi protes kecil karena nasi yang diberikan sudah mulai bau tak sedap. Tapi setelah diganti dengan nasi yang baru dan perut kenyang, hati pun tenang. Malam semakin larut tapi tak mengurungkan niat kami untuk langsung menyusuri Jl.Legian. Tidak banyak perubahan dari 2 tahun lalu, hanya saja yang biasanya seperti di luar negeri karena banyaknya turis bule yang lalu lalang kali ini sepi. Bahkan ketika kami berhenti di monument peringatan bom Bali 1, hanya 2-3 bule yang sedang membaca nama2 korban bom. Malah kami dikelilingi turis2 bermata sipit yang sibuk mengambil gambar.

Dalam perjalanan kembali ke hotel, mami sempat membeli sandal jepit untuk jalan2 besok di sebuah toko souvenir yang masih buka. Tak melewatkan kesempatan, aku bertanya harga2 patung yang ada. Aku kepingin beli patung Jerapah lucu, bentuknya tinggiiiii dan contemporer, tapi aku tau di tempat khusus menjual patung pasti harganya bisa jauh lebih murah dari harga toko di tegah pusat kota.

Papi sepertinya masih ingin terus menelusuri jalan2 malam ini secara sudah puluhan tahun beliau bari kembali ke Bali. Tapi kami mau tidak mau harus beristirahat karena perjalanan besok pasti akan jauh melelahkan.

Sunday, March 12, 2006

Lungsuran Compi

Yeepee..!!! seru neh sekarang gw dah bisa nulis lagi..secara dapet lungsuran compi dari rumah mertua. Mayan hobby nulis yang sempet tersendat sekarang bisa disalurkan lagi. Terutama kalo lagi iseng lom tidur, gw bisa langsung nuangin ide diatas keyboard :)

Monday, February 20, 2006

cuti jadi IRT

Di milist Funky Mom, ibu2 lagi pada sibuk debat masalah Cuti jadi Ibu Rumah Tangga. Lantaran ada sebagian ibu yang merasa mereka butuh waktu mnyendiri. Sometimes going to mall, shopping alone, bermanja2 di salon...pokoknya bebas dari tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. Jauh dari urusan anak, suami apalagi dapur supaya (katanya seh) relax saat kembali ke rumah.
Istilahnya mungkin sedikit extreme menurut aku. Karena sekali menyandang predikat sebagai ibu, seorang perempuan gak akan lepas dari pangkat itu. hehehehe... ya iya donk! emangnya ada mantan ibu/ bekas ibu....? hehehhee....

Kalo ngomongin pro dan kontra di milist FM, gak akan ada habisnya deh. Apalagi sudah ada beberapa pendapat bapak2 (ada juga loh kaum cowonya) yang mulai gak setuju sama ibu2. Jadi sekarang terlepas dari diskusi di sana... terlepas dari mendukung kubu mana, aku mo berpendapat. Sebagai istri baru (20 bulan menikah) dan belum punya momongan, aku termasuk yang cukup mudah mendapat izin dari suami. Asalkan jelas ke mana, sama siapa dan urusan apa pasti aku boleh2 aja jalan tanpanya, apalagi mas memang tidak ada di Jakarta. Walau jauh tapi komunikasi diantara kami sangat jelas, aku gak pernah bohong walau dia tidak melihat. Kejujuran dan kepercayaan adalah kunci utama dalam hubungan kami.

Kadang kalau jenuh di rumah, kita (khususnya kaum perempuan kali ya) paling seneng jalan ke mall sekedar window shopping, nongkrong di cafe ngerumpi dengan teman2 atau nyalon memanjakan diri. Gak ada yang salah kok kalau memang kita menjaga kepercayaan yang di beri suami. Karena suami toh gak mau kan istrinya kuper dan gak merawat diri. Selain itu, aku juga berbesar hati memberi izin untuk mas kalau memang dia butuh waktu bersama teman2nya, main bola dengan rekan2 kantor, nongkrong ngopi2 dengan teman atau menghabiskan waktu ngebengkel. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan aja.

Mungkin kalau nanti aku sudah jadi mommy, aku juga akan kangen saat2 bersama teman2... dan akan minta izin suami untuk kumpul dengan mereka sesekali. Saat ini seh aku masih santaiiiii banget karena belum punya baby dan mas bertugas di Manado. Tapi kalau ada mas di Jakartapun kita masih seneng jalan b-2an.... mengunjungi teman2, shopping b-2 di mall atau jajan di warung2 tenda. Masih seperti orang pacaran aja b-2an terus. Belum ada kata bosan! Semoga aku akan terus excited mengurus rumah tangga sampai kelak kami menua! amin amin amiiiin

Thursday, February 16, 2006

Valentine 2006


Kalo anak muda hari Valentine pada rapi jali, berbedak dan wangi2.... beda sama aku yang males2an ..... ya males bangun pagi, males mandi pagi dan buntut2nya telpon boss dan ijin gak ngantor karna sakit gigi. Iya neh, rese banget senut2nya... walau masih bisa tahan2 dikit tapi mumpung ada suami di rumah gw gak kerja 2 hariiiii..... hihihihi.... starting on 14th February. Pas banget ya hari Valentine.

Sebenarnya kita gak terlalu peduli pada hari Val, karena everyday is Valentine day. Tapi rasanya aku gak salah donk kalo minta bermanja2 sama suami apalagi kan dia jarang banget neh ada di jakarta. So, dari January aku dah minta hadiah Val... dapet boneka piggy pink yang lucuuuu banget (mulutnya monyong... kata mas mirip aku yg suka minta sun).

Jadi hari Val kmaren akhirnya aku, mas ditemani Mama, Mba Ita dan Lintang jalan2 liat rumah di Jonggol.... tahan2 sakit gigi tapi jalan2 deh :)). Setelah perjalanan yg cukup panjang akhirnya sampe juga tuh.... liat rumah yang sedang dibangun di Cluster Mahoni dan lokasi, Cluster Pinus. Rumahnya seh lumayan...tapi jaraknya ampyuuun jauh tenan. Jadi ya, kita b-2 sepakat rumah itu untuk investasi saja. Apalagi kan aku mo diboyong jg ke mana saja suamiku bertugas nanti.

Selesai liat rumah kita mampir ke Taman Buah Mekarsari. Harga tiket masuk untuk dewasa 10ribu rupiah + mobil 5ribu + asuransi 2ribu, jadi total masuk 47ribu rupiah. Kita keliling taman dengan kereta, menyusuri kebun buah. Yang paling semangat seh ke kebun melon...karena kita baru kali itu liat pohong melon dan bisa petik langsung. Harga melonnya seh sama aja dengan di supermarket 11ribu/kg. Karena semangat, mas beli 2 buah melon yang warnanya orange (gak inget namanya apa). Dari kb melon kita keliling2 sampai berhenti di kb salak untuk minum markisa (gak nyambung sama nama kebunnya hehehe) melepaskan dahaga...lumayan pemandangan di sini adeeeem karena ada danau kecil. Yang terakhir kita mampir ke kb rambutan. Ini t4 yg ditunggu2 iparku, dia dah berangan2 mo manjat pu'un rambutan yg ternyata pohonnya kerdil, jadi aku sempet ikutan metik2 rambutan binjai....enak deh. Perjalanan keliling kebun selesai di t4 bermain anak. Mba Ita menemani Lintang naik bom2 car (aku ikutan hehehe), baru kita pulang cari makan. Oya, sempet mampir beli tas di Elizabeth di jalan ke arah cibubur...hehehe...aku gak berani malak suami lagi, soalnya hari Minggu dah aku todong beliin kets kuning di mol dan memory card untuk camera digital... hehehee....

Oya, sempet mampir ke kontrakan baru, ngambil koper mas trus pulangnya aku di drop ke dentist.... wuih perjalanan hari itu panjaaaang...sampe2 lelaaaaaaah..... sebelum tidur diobati dengan makan duren yang kita beli di pinggir jalan antar Cileduk-Cipulir.... lumayan. Sakit gigi sudah sembuh...tapi karena tante dentist baik banget dan ngijinin aku istirahat di rumah 2 hari, jadinya tanggal 15 February aku bisa mbolos kantor nganter suami ke airport... yaaaah liburannya bentar banget ya. Tapi gpp, kan suamiku kerja buat aku juga. Dia harus nyiapin segala sesuatunya sebelum aku nyusul ke Manado.

Happy Valentine ya, mas Gku! I always love you!!!!

Thursday, February 09, 2006

curhat campur-campur

Too many projects this earlier year jadi bikin gw gak punya waktu buat mikir senang2 .... masa seh? itu maren2 ngapain browsing2 hotel di Kuta n Legian? (hehehe...nyengir)... iya neh pengen endehoy ma suami and ortu serta my lil sista' setelah sekian lama ngejar setoran. Sekali2 menyenangkan mereka. Biaya pesawat PP Jkt-Denpasar-Jkt dah gw kasih ke nyokap dan mereka seneeeeng banget gitu deh... secara baru kali ini gw ngasih hadiah liburan ke mami-papi.
Tinggal gw n suami yang masih bingung atur jadwal keikutsertaan kita. Pasalnya tangal 15 Peb nanti, mas kudu balik tugas lagi di Manado. Rencananya seh dia nyusul dari sana. Well, it's so sweet, setelah sekian lama ajakan gw untuk ktemuan di Kuta dulu selalu di tolak halus. kali ini gw ngotot pergi walau tanpa dia, akhirnya mas setuju juga untuk nyusul ksana.
Lagian gw dah BT banget ngejar setoran tapi gak senang2 hehehe....
Talking about setoran, saat ini status mas kan masih PJS (Pejabat Sementara) sebagai KaCab Manado dan dari 4 Peb kmaren ada di Jakarta untuk raker dengan KaCab lainnya. Sebagai pendatang baru, gw pikir mas boleh juga neh performnya diantara 27 cabang lain. Yang pasti bukan urutan jebot hehehe... buktinya bulan November 2005 kmarin bisa menduduki peringkat 2 Nasional dari defisi sales....OK kan!!!! suami siapa dulu hehehe :))
Dilema juga deh kalo this week (selese meeting) keputusannya keluar, mas ditunjuk terus melanjutkan tugasnya kembali ke Manado for a KaCab beneran. Means that he gonna stay more longer there and leave me again. Hiks...ss...
Sebenarnya gak ada alasan untuk gw stay here in Jakarta while he work there at Manado or any place they ask him to. Biar bagaimanapun gw ini seorang istri, pendamping suamiku. pernikahan itu aneh banget kalo suami-istri gak hidup berdampingan. Kita akui itu... terutama saat2 butuh teman bicara pulang ke rumah gak ada siapa2 to talk to...hikss...BT banget
Gw akui agak egois masih bertahan di sini jika seandainya mas benar2 ditugaskan ke Manado. Egois sekali seandainya gw dengan alasan kemandirian tetap bekerja hanya untuk mengejar materi... iya, gw akui gw dah terlalu dimanjakan dengan penghasilan gw sendiri. Terlalu banyak rencana BESAR ke depan yang gw rancang tanpa sepengetahuan suamiku. Terlalu paranoid menyinggung masalah penghasilan. Terlalu memikirkan diri sendiri sehingga gak peduli pada karir yang mas banggakan.
Gw bukan cewe matre yang suka morotin suami, tapi gw jadi terlalu ambisi pada diri gw sendiri yang terlalu menjunjung kemandirian perempuan independen. Gw takut banget rumah tangga gw bakal goyah cuman gara2 keegoisan ini. Bukan karena ada orang k-3 tapi sound stupid banget kan..... karena ini hanya soal karir.
Gw bingung berdoa.... mau minta apa sama Yang Kuasa? Serba salah deh.
Minta mas balik ke Jakarta = tidak sukses memegang gengsi tertinggi dalam karirnya selama ini
Minta mas sukses sebagai KaCab = gw nyusul mas = berhenti kerja dari MLeisure = gak punya penghasilan segede ini lagi huehehehe... gak mungkin gw jadi ibu rumah tangga yang ongkang2 kaki nunggu jatah di rumah... i should do sometin' ... anythin'.
Tuhan, aku serahkan semua rencana masa depan kami ke dalam tanganMu... ! Amin

Monday, February 06, 2006

Kontrakan baru

Kmarin siang akhirnya aku dan Mas pindahan ke kontrakan baru dibantu Papi- Mami dan Ipa. Ternyata barang2ku tuh banyaaaak banget....sampe binun. Waktu pertama masuk sedikit tauk2 pas pindah maren 5 kali bulak-lik ngangkut2. Untung pindahnya gak terlalu jauh jadi selesai juga dalam beberapa jam.
Rumah baru punya ruang tamu dan kamar tidur lebih besar, tapiii hiks hiks.. dapurnya keciiiiil...sampe2 bingung mo ngatur barang2 dapur yang kbetulan sudah beranak pinak banyaknnya. Walau akhirnya muat juga seh dengan kondisi ngepas abeesh hehehe... ya namanya aj 'pemula' jadi masih lom pengalaman.
Berhayal pengen cepet2 punya rumah sendiri dengan dapur mungil minimalis yang keren dan higienis... wah bisa betah ngedapur. Kmaren seh mas ngeledek "kan yang penting kamarnya luas" sambil senyum nakal... hehehe...
Oya, di tempat baru ini airnya bersih, listriknya royal hahaha... karena semua sudah "all in" dengan uang sewa perbulannya 400ribu rupiah. Trus kita juga dapet 8 keluarga tetangga baru yang rata2 keluarga kecil. Semoga kita hidup rukun dalam 1 komplex hunian ini jadi hidup bisa tenaaang dan damai.

Wednesday, January 25, 2006

lama tak bersuara

WAh lamaaaa banget neh gw kagak nulis.... sibuk....dari terakhir keblinger cari tiket Jkt-Mnd-Jkt... Natalan n Taon baruan di Manado sminggu happy yoi ma suami dan keluarga trus balik2 harus ngadepin pekerjaan yang tertinggal.... ini kebiasaan buruk, masa ditinggal 1 minggu anak buah kagak ngerjain kerjaan dengan bener...padahal ya dah gw wanti2 supaya kelar pas gw pulang..... huh! Males deh ngomongin kerjaan...walau sekarang semua sudah aman terkendali. Apalagi dapet BONUS and rapel gila2an dari boss....cihuy banget deh.

Natal 2005 n Taon Baruan 2006 di Manado kmaren sangat berkesan... gimana nggak, gw kangeen ma misua dan akhirnya ktemu deh. Berbekal oleh2 yang membuat gw repot bagasi dan cuaca buruk selama PP, tapi semua terobatiiii.... karena kayaknya gw dapet "oleh2"....happy banget! walau akhirnya "oleh2"nya gak jadi ...hiks.... Tuhan belum mengizinkan kali kita jadi Mami-Papi ... tenaaaang masih banyak waktu. Apalagi akhir Pebruary ini suami tugas di Jakarta...asiiiiik!!!!



Gak terasa dah masuk hari ke 25 di tahun 2006....semoga apa yang dicita2kan berhasil...tercapai dan menjadi berkat. Segitu dulu akh....gw mo pulang dulu....cape lembur terpaksa geneh cuman gara2 nunggu supir yang tugas luar kantor tapi telat baliknya... Hiks!


Related Posts with Thumbnails
Related Posts with Thumbnails